Tape Ketan Sari Asih, Memberdayakan Kaum Perempuan Sebagai T...

image description
icon - Oleh Redaksi

Tape Ketan Sari Asih, Memberdayakan Kaum Perempuan Sebagai Tenaga Kerja

Salah satu makanan khas dari Kabupaten Kuningan dan telah terkenal ke seluruh nusantara adalah tape ketan. Tape yang berbahan dasar beras ketan ini, telah menjadi buah tangan khas dari Kabupaten Kuningan, karena rasanya yang enak dan menyegarkan.

Salah satu sentra pembuatan tape ketan di desa Tarikolot, Kecamatan Cibeurem, adalah Tape Ketan Sari Asih yang telah berproduksi sejak 1980 silam. Dari mulai usaha sampingan, kini tape ketan sari asih telah berkembang menjadi sebuah home industri yang menguntungkan dan telah mengirim produksinya hingga ke seluruh pelosok Jawa barat.

Meskipun industri berskala rumahan, tetapi proses pembuatan peuyeum ketan sari asih merupakan kegiatan yang secara turun temurun telah diwariskan dari generasi sebelumnya, dan mampu menyerap tenaga kerja khususnya kaum perempuan dari lingkungannya sendiri, karena hampir sebagaian besar kaum perempuan di desa tarikolot bekerja di sektor home industri dengan bekerja sebagai pembuat peuyeum ketan.

Keterlibatan kaum perempuan dengan bekerja di luar rumah bukan merupakan hal yang aneh atau sesuatu yang perlu diperdebatkan, apalagi bila dihubungkan dengan tuntutan ekonomi keluarga yang semakin tinggi. Dengan bekerja sebagai pembuat peuyeum ketan, telah terbukti bisa menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Pengurus tape ketan sari asih, Ivantika Rahayu, mengatakan. Hampir semua pekerja di tempatnya adalah ibu – ibu rumah tangga. “Bila pagi hari mereka mengurus rumah tangganya, pada pukul 10 pagi mereka membuat peuyeum di rumah saya”, katanya.

Pemberdayaan kaum perempuan di rumah produksi peuyeum, menurut Ivantika, karena wanita memiliki peran yang cukup signifikan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, selanjutnya keterlibatan kaum perempuan telah mengindikasikan atau menandai adanya kesetaraan gender untuk masalah pencapaian kesejahteraan di bidang ekonomi, dengan diperbolehkannya wanita bekerja di sektor home industry.

“Dengan bekerja sebagai pembuat peuyeum ketan, kaum wanita di desa Tarikolat dapat berperan sebagi penopang ekonomi bagi keluarganya, namun tetap tidak melupakan kodratnya sebagai kaum perempuan”, tutur Ivantika.

Pemilik tape ketan sari asih, Nana Setiana, Menjelaskan. Tape ketan sari asih merupakan kelompok dari UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) dan telah mendapat bantuan berupa pelatihan managemen pengelolaan usaha, serta bantuan peralatan untuk menambah dan mempercepat proses pembuatan peuyeum, dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai juara Nasional.

“Kami pernah memdapatkan penghargaan sebagai juara Nasional dari Ibu Tien Suharto pada Tahun 1989 sebagai pembentuk kegiatan untuk Ibu – ibu akseptor menjadi unit kegiatan usaha, dengan membuka kelompok bidang usaha kuliner dengan memberdayakan kaum perempuan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga”, katanya.(angga)

Tags: